Wednesday, June 5, 2013

Pengertian dan Penyebab Penyakit Kadas atau Kurap



Pengertian Penyakit Kadas (Kurap)
Penyakit kurap atau ringworm (tinea) adalah penyakit yang terjadi karena adanya infeksi jamur. Adapun jamur yang menyerang ada banyak macamnya. Namun biasanya di kelompokkan berdasarkan pada lokasi dimana jamur itu tumbuh. infeksi ini akan memberikan bentuk seperti gelang (infeksi ringworm).


Gejala dan penyebabnya

Gejala akan timbul pada cuaca yang panas atau hangat, bagian yang biasa diserang adalah bagian jari-jari kaki. Penyebabnya adanya Epidermophyton atau Trichophyton. Penyerangannya jamur akan membentuk sisik halus dengan ruam yang terasa gatal. Gejala ini tidak menimbulkan gejala lain, hanya rasa nyeri pada bagian jari-jari kaki dan sekitarnya. Jika penyakit ini menyerang penderita berusia lanjut, penderita akan mengalami gangguan aliran darah ke kaki.

Selain pada bagian jari-jari kaki kurap kadang dapat tumbuh di daerah selangkangan atau disebut dengan Jick Itch, penyebabya juga karena adanya jamur yang menempel pada kulit. Bentuk dari penyakit ini seprti cincin, bila sakit ini berlajut akan disertai adanya lepuhan kecil dan adanya nanah.



Kadas atau kurap juga sering menyerang daerah kepala. Penderita yang sering mengalami biasanya anak-anak. Penyebabnya adalah jamur Microsporum. Gejala yang ditimbulkan kepala ruam merah, bersisik, gatal hingga membuat rontoknya rambut. Kalu orang jawa menyebutnya dengan borok.

Pencegahan Kadas / kurap

Tindakan awal agar tidak terkena penyakit ini adalah selalu menjaga kebersihan tubuh atau badan kita. Karena tubuh yang terkena janur pada kulit kurangnya kebersihan tubuh, seperti seringnya penderita tidak mandi atau bisa jadi mandi yang tidak bersih.
Dan yang kedua bisa dikarenakan lingkungan yang tidak bersih, sehingga membuat jamur yang berkembangbiak di lingkungan seperti pada baju, menempel di kulit dan menginfeksi tubuh.

Pengobatan Kadas/ kurap

Pengobatan alami yang bisa digunakan adalah bawang putih dan lengkuas. Dengan cara menumpuk sampai halus dengan perbandiangn 1:4 dan dioleskan pada bagian tubuh yang terkena infeksi sebagai obat luar. Lakukan pengoraban ini sampai sembuh, namun bila sakit berlanjut diharapkan untuk menghubungi dokter kulit.

No comments:

Post a Comment

Halo Sehat